Labels

Test Footer

Plaza Tertua Di Bumi Berusia 2500 Tahun


Sebuah plaza bundar yang dibangun 5.500 tahun lalu telah ditemukan di Peru, dan para arkeolog yang terlibat dalam penggalian tealh menentukan bahwa tanggal karbon menunjukkan plaza itu merupakan salah satu bangunan tertua yang pernah ditemukan di Amerika. Satu tim ahli kekunoan Peru dan Jerman menemukan plaza itu, yang tersembunyi di bawah potongan lain arsitektur di reruntuhan yang dikenal sebagai Sechin Bajo, di Casma, 370 Km di utara Lima, ibukota Peru.


"Itu merupakan penemuan yang mengesankan, masyarakat ilmuwan dan arkeologi sangat senang," kata Cesar Perez, ilmuwan di Institut Kebudayaan Nasioal Peru yang mengawasi proyek tersebut. "Ini dapat mendesain kembali sejarah negara ini." Sebelum penemuan di Sechin Bajo, pakar arkeologi menganggap benteng kuno Caral Peru adalah salah satu dari yang tertua di belahan bumi Barat, umurnya sekitar 5.000 tahun.
Para ilmuwan mengatakan, Caral yang terletak beberapa jam jika ditempuh menggunakan mobil dari Sechin Bajo, merupakan satu dari enam tempat di dunia ( bersama dengan Mesopotamia, Mesir, Cina, India dan Mesoamerika ) dimana manusia memulai kehidupan di kota lima ribu tahun lalu. "Penentuan tanggal yang dilakukan oleh pakar arkeologi Jerman menyebutkan sekitar 5.500 tahun, tapi sebagian lainnya dapat lebih tua bergantung pada hal lainnya yang ditemukan," kata Perez. Sebelumnya penemuan terakhir yang terletak dekat Sechin Bajo hanya berusia 3.600 tahun. Ini adalah gambar ilustrasinya:

"Mereka telah sangat maju mengerti arsitektur dan bangunan. Ini dapat secara jelas terlihat dalam kenyataan bahwa material yang mereka gunakan bertahan sangat lama," Peter Fuchs, salah seorang arkeolog, mengatakan pada suratkabar El Comercio. Tempat pertemuan sosial yang Fuchs dan rekannya temukan ini dibangun dengan batu dan batako.
Ratusan tempat arkeologis banyak ditemukan di Peru, dan banyak puing dibangun oleh kebudayaann kerajaan Inca yang dulu sangat berkuasa, yang mencapai puncaknya pada abad ke16, sesaat sebelum penakluk Spanyol datang ke tempat yang sekarang dikenal dengan nama Peru.

Kuburan Massal 2.000 Tentara Jepang di Iwo Jima

Kuburan Masal 2.000 Tentara Jepang Ditemukan di Iwo Jima. Dua kuburan masal yang dapat menyimpan mayat lebih dari 2.000 tentara Jepang telah ditemukan di Pulau Iwo Jima, salah satu tempat pertempuran paling berdarah dan paling ikon Perang Dunia II. Sebuah tim peneliti Jepang telah menemukan 51 mayat berada di dua daerah lokasi yang tercatat oleh militer AS setelah perang sebagai kuburan musuh.


Satu kubur dapat berisi sebanyak 2.000 mayat. untuk menyelesaikan semua pekerjaan ini tentunya memakan waktu berbulan-bulan. Pertempuran di pulau Pasifik mengakibatkan korban 6821 Amerika dan 21.570 Jepang nyawa hilang. Tubuh 12.000 tentara Jepang belum pernah ditemukan. Pejabat di Departemen Kesehatan Jepang, yang mengawasi upaya pencarian di pulau terpencil, menegaskan bahwa 51 mayat telah ditemukan dan dua lokasi yang diyakini kuburan telah ditemukan.





Tapi mereka tidak bisa segera mengkonfirmasi ukuran potensi kuburan massal atau rincian lain laporan berita Kyodo tersebut. Penemuan tetap akan menjadi salah satu terobosan terbesar dalam beberapa dekade ke arah menemukan tubuh sekitar 12.000 Jepang yang masih hilang dan diduga tewas setelah pertempuran 1945 di pulau yang telah diubah namanya Iwoto oleh pemerintah Jepang.


Pulau ini dipandang sebagai kunci Amerika Serikat karena memiliki tiga lapangan udara yang dapat digunakan untuk memulai serangan di Tokyo dan pulau-pulau utama Jepang.
Quote:
Hampir semua dari 22.000 tentara Jepang bertugas membela daerah vulkanik tewas dalam pertempuran, yang menjadi simbol dan titik kumpul bagi Amerika Serikat dalam perang Pasifik setelah bendera negara dikibarkan di dataran tertinggi, Gunung Suribachi. Pertempuran diklaim melibatkan 6.821 Amerika dan 21750 Jepang.




Puluhan penemuan mayat setiap tahun, namun sekitar 12.000 Jepang masih diklasifikasikan sebagai hilang dalam aksi tersebut dan diduga tewas di pulau itu, bersama dengan 218 orang Amerika. Pertempuran dimulai pada 19 Februari 1945, tapi Iwo Jima tidak dinyatakan merdeka sampai Maret 26. Jepang menyerah pada bulan Agustus tahun itu, setelah bom atom Hiroshima dan Nagasaki.

Menurut laporan Kyodo, pencari menggali dekat landasan pacu di sebuah pangkalan yang digunakan oleh militer Jepang – penduduk hanya banyak dipulau dan di kaki Suribachi. Dikatakan operasi dimulai awal bulan ini berdasarkan informasi dari US National Archives dan Administrasi Records. Laporan itu mengatakan situs utama diperkirakan memiliki sekitar 2.000 mayat dan situs Suribachi 70-200 mayat. Dikatakan upaya pemulihan diperkirakan memakan waktu beberapa bulan.

10 Cara Eksekusi Mati Paling Brutal Dan Sadis

yang selalu diperdebatkan, tetapi tidak selalu begitu kontroversial. Eksekusi telah menjadi hukuman akhir dalam masyarakat manusia sejak peradaban dibentuk dan bahkan kesamaan. Cara eksekusi ada yang sangat brutal dan bervariasi, dan di sini adalah 10 cara yang paling kuat, menakutkan, dan eksekusi kekerasan:

Walking the Plank

Cara ini digunakan bajak laut untuk menghukum sandera nya, dilakukan dengan cara berjalan diatas papan, ditodongkan pedang dan akhirnya jatuh ke dalam laut.




Cement Shoes

Gangster modern mengambil cara hukuman ini untuk klien yang tidak mereka sukai, sepatu yang tidak bisa dilepas. Biasa nya mereka menjatuhkan orang yang mereka hukum kedalam air.




Seppuku

Seppuku adalah ritual bunuh diri diamanatkan dalam budaya Jepang yang dilakukan hampir seluruhnya oleh Samurai, sebagai bagian dari kode kehormatan mereka (Bushido). Untuk mencegah diri dari jatuh ke tangan musuh, atau untuk pulih dari tindakan buruk atau memalukan, pemenggalan dilakukan oleh teman dekat.



The Gridiron

Hukuman ini sangat mengerikan, orang tinggal dalam api yang sangat panas dengan tempat tidur batubara. Sebuah eksekusi ketidakpuasan dan mereka yang dianggap khianat, hal ini merupakan cara yang mengerikan untuk mati.




The Brazen Bull

Banteng yg terbuat dari perunggu Kuningan ini cukup besar, muat untuk orang dewasa. Bahwa pelaku akan ditempatkan di dalam perut binatang itu, dan disegel di dalam. Pemanas akan ditempatkan langsung di bawah banteng hingga korban menjerit dan asap pembakaran akan keluar dari mulut sapi. Ini dramatis, penyiksaan sadis untuk mati.




The Gas Chamber

Gas Chamber ada pada masa Holocaust dalam Perang Dunia II, dan digunakan sebagai alat eksekusi sejak 1924, sampai kasus terakhir pada tahun 1999. Pada akhir abad 20, ruangan seperti ini dilarang sebagai hukuman. Kejam dan tidak biasa, karena beberapa kasus narapidana dapat bertahan hingga 11 menit untuk mati, mempengaruhi masyarakat untuk menolak itu sebagai pilihan.



The Firing Squad

Cara ini bekerja mulai saat ada nya senapan, beberapa orang yg ada sebagai regu tembak bersiap untuk mengeksekusi tahanan. Tetapi hanya akan ada setengah nya yang berisi perluru pada senapan. Semua menembak tetapi hanya sebagian yang terisi.



The Electric Chair

Seperti kamar gas, kursi listrik dianggap sebagai kemajuan manusia, dengan menggunakan kekuatan ilmu untuk membuat suatu alat yang bisa mengeksekusi manusia dengan sekejap. Terkadang orang yang dieksekusi terbakar dan mengeluarkan darah.




Crushing (Pressing)

Eksekusi ini dilakukan dengan cara menggencet korban dengan apapun yang sangat berat, bahkan hingga korban hancur dan akhirnya meninggal. Eksekusi dengan cara ini memang tidak populer, tetapi sangatlah menyeramkan.



Burned at the Stake

Dibakar adalah klise film umum (seperti walking in the plank) yang populer terutama karena kekejaman, dan membutuhkan persiapan yang intensif, seperti potongan kayu secara perlahan ditempatkan di sekitar korban, diikat dengan posisi di tengah. Mati oleh api dikatakan salah satu cara yang sangat menyakitkan, cukup mudah untuk mengetahui bagaimana penyiksaan hingga kematian.



Sumber : KOS BELAKANG

Para Arkeolog Rumania Temukan Makam Romeo dan Juliet

Bagi kita yang pernah pacaran, sedang pacaran, atau yang sudah menikah pasti amat paham dan mengenal kisah Romeo dan Juliet. Ini merupakan kisah romantis yang legendaris. Sebuah kasih tak sampai.

Banyak yang mengatakan dan menganggap bahwa kisah cinta mereka hanyalah fiksi. Nah mereka yang berpikir demikian seharusnya mulai sekarang harus merubah pikirannya bahwa kisah Romeo dan Juliet itu benar adanya.

Nah, para arkeolog menggali halaman rumah mantan biara Dominikan di Rumania dan menemukan kerangka yang diperkirakan kerangka dari pasangan Romeo & Juliet, dimana setelah digali mayat pasangan muda ini saling berpegangan tangan.

Pada zaman dulu tidak pernah ada kerangka yang dimakamkan dengan posisi demikian. Dan kerangka-kerangka tersebut didiagnosa sebelum meninggal ia dipukul oleh benda keras sehingga pingguhlnya patah. Pasangan-pasangan tersebut meninggal bersama.

Diperkirakan mayat-mayat itu dikuburkan di kisaran antara tahun 1450-1550.

Penampakan dari jarak agak jauhnya (dari atas keseluruhan situs) :


Benar-benar ilmu pengetahuan makin lama makin canggih.

SUMBER

Kisah Bunker Jakarta, Di Bawah Jalan Kalibesar Timur

Kota Jakarta banyak memiliki bunker peninggalan penjajah. Bunker-bunker itu ada di bawah tanah beberapa kawasan di Jakarta. Seperti apa bunker tersebut dan bagaimana sejarahnya? Pradaningrum Mijarto dari Warta Kota menuliskannya.

Sejarah Kota Megapolitan Jakarta juga berkaitan dengan keberadaan bunker (ruang bawah tanah) yang tersebar di bawah tanah kota itu. Tak hanya di kawasan Kota Tua, atau Tanjungpriuk, data yang ada menyebutkan kawasan Kramat, Kebon Sirih, hingga Meester Cornelis pun menyimpan bekas bunker di bawahnya. Ketika saya mendengar kabar ada satu lagi bunker di kawasan Kota Tua, tentu ini menjadi penggenap data tentang keberadaan bunker di bawah tanah Jakarta.

Mencari sejarah bunker di Batavia, tak seperti mencari kisah tentang bagaimana Batavia dibangun. Kisah tentang bunker, seperti keberadaan bunker itu sendiri, berada jauh terselip di dalam terbitan-terbitan, baik majalah ataupun koran yang terbit di Belanda. Tak masalah, yang penting ada sedikit data, kemudian menelusuri fakta di lapangan. Maka sekali lagi, setelah bunker di bawah Stasiun Tanjungpriuk, bunker di depan Museum Sejarah Jakarta (MSJ), kini bunker lain terkuak sedikit.



Bunker yang baru kemarin saya jenguk, berbeda dengan dua bunker lain. Bunker di bawah Jalan Kalibesar Timur (di masa lampau kawasan ini disebut Pasar Pisang) ini dalam kondisi seperti ruang-ruang perkantoran atau ruang penyimpanan barang berharga. Pintu-pintu besi pernah menjadi penjaga ruang bawah tanah ini. Ada beberapa ruangan yang terbilang luas di bunker ini. Namun tentu penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui apakah bunker ini punya koneksi ke bunker lain di kawasan itu, apakah bunker ini hanya sebagai penyimpan barang berharga, atau juga sebagai ruang perlindungan manusia.

Di masa antara 1937-1942, Perang Dunia (PD) II, Pemerintah Belanda mengharuskan seluruh bangunan pemerintah membangun bunker. Selain sebagai penyimpan barang berharga, juga sebagai perlindungan saat PD II itu. Namun demikian, ternyata warga Belanda juga melengkapi rumah mereka dengan bunker. Itu terungkap dalam bukti-bukti berupa foto dan sebuah kisah khusus tentang bunker dalam majalah d'Orient. Maka bentuk dan peruntukan bunker pun jadi beragam. Untuk mengungkap keberadaan bunker, lagi-lagi ini perlu penelitian.


Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Tua, Candrian Attahiyyat, menyatakan, tahun ini sudah ada anggaran untuk melakukan penggalian. Boleh jadi, salah satunya adalah mengungkap keberadaan bunker di kawasan Kota Tua. "Kita belum bisa menentukan apakah bunker itu hanya untuk menyimpan barang berharga atau juga untuk perlindungan. Harus diteliti lebih dalam dari sisi arkeologi. Kalau ternyata ada lubang udara, itu berarti bunker itu berfungsi juga untuk bersembunyi," tandasnya.

Ia menambahkan, ciri-ciri bunker di kawasan tersebut, seperti yang sudah diinventarisir UPT Kota Tua, meskipun belum ada upaya pengecekan, adalah berada di bawah tangga. Demikian pula bunker yang masih menyisakan air setinggi mata kaki di bawah gedung Rotterdam Lloyd ini. Bunker dengan tinggi sekitar empat meter tersebut dalam keadaan gelap gulita, untuk turun ke bunker itu, orang tak akan menyangka sebab pintu masuknya sudah tertutup dengan timbunan kayu, rontokan tembok, dan seng.

Sejarah bangunan milik perusahaan pelayaran Rotterdam Lloyd tak terungkap banyak. Setidaknya ada tahun yang menyatakan pembangunan gedung yaitu 1938.



Semoga keberadaan bunker di bangunan tua tak lantas menjadi kesempatan bagi pengejar untung belaka, dunia hiburan, yang hanya akan mengangkat hal mistis. Tak ada yang mistis di gedung tua, di dalam bunker, atau peninggalan apapun. Yang ada adalah sejarah panjang yang berhimpun, berimpitan dan menantang untuk segera diungkap.

Fakta Perang Nuklir Mahabaratha Zaman Purba

Mungkin beberapa dari anda sudah pernah membaca kisah ini sebelumnya. Bagi yang belum, mungkin akan menjadi sedikit membingungkan. Kisahnya begini :

Dikisahkan bahwa para arkeolog menemukan bukti-bukti bahwa pernah terjadi perang nuklir di zaman purba. Jadi, teknologi nuklir sebenarnya sudah dikenal oleh nenek moyang kita. Benarkah demikian ? Beberapa sumber di internet mengutip sebuah paragraf dari kitab yang diklaim sebagai bagian dari kutipan Mahabharata untuk membuktikan adanya perang nuklir pada zaman purba. Namun, masalahnya satu, sebagian besar kisah yang anda baca di internet adalah hoax !

Saya mengatakan "sebagian besar hoax" karena memang tidak semuanya hoax. Saya akan menunjukkan kepada anda yang mana hoax dan yang bukan.

PERBEDAAN REAKTOR DAN LEDAKAN NUKLIR
Pertama, kisah ini harus dibagi menjadi dua bagian, yaitu REAKTOR NUKLIR purba dan LEDAKAN NUKLIR purba. Banyak orang tidak mengetahui perbedaan ini sehingga mereka mencampuradukkan kisah reaktor nuklir purba dengan ledakan nuklir purba.

REAKTOR NUKLIR adalah sebuah fasilitas atau alat dimana reaksi berantai nuklir diinisiasi, dikendalikan dan ditahan dalam kondisi tetap. Sedangkan LEDAKAN NUKLIR adalah sebuah reaksi berantai yang tidak terkontrol yang berasal dari bom nuklir. Jadi sebuah REAKTOR nuklir dapat digunakan untuk menghasilkan BOM nuklir yang dapat menjadi LEDAKAN nuklir. Sangat berbeda kan ?

Nah, untuk mempermudahnya, saya akan mengatakannya begini, Kisah REAKTOR NUKLIR purba, benar adanya. Kisah LEDAKAN NUKLIR purba adalah hoax.

REAKTOR NUKLIR PURBA
Kisah Reaktor nuklir zaman purba bermula pada tahun 1972. Saat itu, di fasilitas pengolahan bahan bakar nuklir Pierrelatte, Ilmuwan Perancis bernama Bougzigues sedang bekerja melakukan analisa rutin terhadap uranium yang telah diekstrak dari biji uranium. kemudian ia menyadari sesuatu yang aneh dari biji uranium yang ditelitinya.

Uranium memiliki tiga isotop yang memiliki massa atom yang berbeda dengan proporsi yang berbeda, yaitu : U 238 sebanyak 99.274%, U 235 sebanyak 0.720% dan U 234 sebanyak 0.005%.

Uranium 235 adalah uranium yang paling dicari diseluruh dunia karena kemampuannya menahan reaksi nuklir dan uranium inilah yang dipakai di reaktor nuklir modern. Dimanapun di bumi ini, atom uranium 235 membentuk 0,720 persen dari total uranium. Namun sampel yang dipegang olehnya hanya memiliki 0,717 persen. Ini menunjukkan bahwa sampel uranium ini pernah mengalami reaksi pelepasan energi (reaksi fisi). Badan tenaga atom Perancis segera bergerak untuk menyelidiki penyebabnya. Sampel itu dilacak hingga ke sebuah pertambangan di Oklo, Gabon, Afrika. Para ilmuwan bergegas ke Oklo. Penelitian lanjutan yang dilakukan menemukan ada enam belas lokasi yang berfungsi sama seperti reaktor nuklir modern dan reaktor purba itu diperkirakan berumur 2 milyar tahun.



Bagaimana Oklo bisa berfungsi seperti reaktor nuklir purba ? Badan tenaga atom Perancis berusaha mencari jawabannya. Dan kemudian mereka mendapatkan jawabannya dari sebuah tulisan tahun 1956 yang dibuat oleh Paul Kazuo Kuroda, seorang ahli kimia dari universitas Arkansas. Kuroda mengatakan apabila jumlah U235 cukup banyak dan ada moderator neutron seperti aliran air tanah, maka reaktor nuklir alami bisa terjadi. Kondisi pertambangan Oklo menyerupai apa yang diprediksi Kuroda.

Misteri reaktor nuklir purba sebenarnya telah terjawab secara ilmiah oleh Paul Kuroda, jadi faktor misterinya boleh dibilang hampir lenyap.

LEDAKAN NUKLIR PURBA
Sekarang kita akan melihat kisah LEDAKAN NUKLIR purba yang adalah hoax. Kisah ini sering digabungkan dengan reaktor Oklo karena ketidaktahuan mengenai perbedaan antara reaktor dengan ledakan nuklir. Kita mulai dari hoax pertama.

Hoax Pertama
Di internet, beredar paragraf yang diakui berasal dari kitab Mahabharata yang dikatakan mendeskripsikan dan membuktikan adanya perang (ledakan) nuklir di zaman purba. Saya menemukan paragraf ini dikutip banyak web atau blog yang membahas reaktor nuklir purba. Saya menerjemahkannya dan inilah bunyi paragraf itu :

"Gurkha, menerbangkan vimana (pesawat) yang kuat dan cepat melontarkan sebuah proyektil (rudal) yang diisi dengan kekuatan alam semesta (nuklir). pijaran tiang api dan asap sama terangnya dengan cahaya 10.000 matahari bangkit dengan seluruh kemegahannya. Itu adalah senjata yang tidak dikenal, sebuah petir besi, raksasa pembawa pesan kematian yang menjadikan seluruh suku Vrishnis dan Andhakas menjadi abu. Mayat-mayat menjadi begitu hangus hingga tidak dapat dikenali lagi. Rambut dan kuku berjatuhan, keramik tanah liat pecah tanpa sebab yang jelas dan burung-burung berubah menjadi putih...setelah beberapa jam, semua bahan makanan tercemar (radiasi)...untuk menyelamatkan diri dari api ini, para tentara melompat kedalam arus air untuk membersihkan diri mereka dan peralatannya. (Mahabharata - 6.500 SM? )

Nah, masalahnya adalah kitab Mahabharata tidak pernah memuat paragraf itu di dalamnya. Anda boleh mencarinya di internet lewat google.

Hoax kedua - Mohenjodaro, Harappa dan Rajashtan
Disebut bahwa di kota Mohenjodaro dan Harappa, para ilmuwan menemukan kota-kota kuno dengan kerangka yang berserakan di jalan-jalan, kebanyakan terlihat berpegangan tangan dijalan-jalan, ini menunjukkan kematian mendatangi mereka dengan tiba-tiba. Dan umur kerangka ini ribuan tahun. Dan kerangka-kerangka ini memiliki kadar radioaktif tinggi yang sama dengan korban bom Hiroshima Nagasaki.

Sedangkan di Rajasthan disebut bahwa telah ditemukan lapisan debu radioaktif yang meliputi area seluas tiga mil persegi di sepuluh mil sebelah barat Jodhpur. Penelitian yang menemukan Radioaktif ini dilakukan setelah para peneliti melihat adanya tingkat cacat yang tinggi pada bayi yang baru lahir di wilayah itu dan banyaknya penduduk lokal yang menderita kanker. Level radiasi di tempat itu sangat tinggi sehingga peneliti meminta pemerintah india mengisolasi wilayah itu.

Jika anda menelusuri website-website pemerintah atau website swasta di mohenjodaro, Harappa dan Rajashtan, tidak ada satupun yang pernah menyebut adanya penemuan-penemuan kerangka tersebut. Website-website arkeologi juga tidak pernah menyebut hasil penemuan ini. Kisah "penemuan" ini hanya beredar di website di luar India. Bahkan orang-orang India yang tinggal di wilayah Jodhpur mengaku bahwa ia tidak pernah tahu ada penemuan-penemuan itu. Memang ada beberapa tempat di India yang mengandung radiasi, namun itu adalah akibat percobaan nuklir India di masa modern ini. Seorang India pernah menulis bahwa kisah-kisah ledakan ini tidak layak beredar di India.


Hoax ketiga - kawah raksasa Bombay
Disebut bahwa kawah raksasa di Bombay yang bernama kawah Lonar adalah bukti ledakan nuklir purba. Kawah itu terbentuk dari lapisan batu basalt setebal 600-700 meter. Diameter kawah itu sekitar 2.154 meter dan dalamnya sekitar 150 meter, berlokasi di sekitar 400 kilometer timur laut Bombay. Kawah tersebut diperkirakan berumur 50.000 tahun

Belakangan, para ilmuwan menemukan bahwa kawah itu diakibatkan oleh sebuah komet, bukan ledakan nuklir. (Sebenarnya ini tidak bisa disebut hoax, karena kawah tersebut memang ada, tapi saya memasukkannya untuk mempermudah pembahasan).

KESIMPULAN

REAKTOR NUKLIR purba memang ada dan bisa dijelaskan secara ilmiah. Sedangkan LEDAKAN NUKLIR purba adalah hoax yang beredar di internet entah untuk tujuan apa. Oh ya, satu lagi, jika anda mencari di wikipedia dengan kata kunci "natural nuclear fission reactor" maka anda akan menemukan kisah tentang oklo, tapi tidak tentang mohenjo Daro dan kawan-kawan. Wikipedia is right !!!!

Dibalik Kisah Terusan Panama "Si Pembelah Benua"


Quote:
TERUSAN Panama (Panama Canal) adalah sebuah kanal besar yang terletak di negara Panama, Amerika Tengah. Kanal Panama atau yang lebih dikenal dengan nama Terusan Panama lebih jelasnya adalah sebuah terusan yang membelah tanah genting Panama sepanjang 82 km, sekaligus juga membelah daratan Amerika Utara dan Amerika Selatan dan dengan demikian berhasil menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik. Terusan ini memotong waktu tempuh kapal laut karena tidak perlu memutar lewat ujung selatan Amerika Selatan. Sebagai contoh, jika sebuah kapal laut berlayar dari New York (Pantai Timur AS) menuju ke San Francisco (Pantai Barat AS) dan tidak melalui terusan ini maka jarak perjalanannya menjadi 22.500 km (14.000 mil), sedangkan jika memanfaatkan terusan maka jaraknya hanya menjadi 9.500 km (6.000 mil) saja!


Quote:
Rencana pembangunan terusan ini sudah mulai muncul di abad ke 16 namun baru berhasil direalisasikan pada 15 Agustus 1914. Walaupun pembangunannya dilanda berbagai masalah seperti penyakit malaria, demam kuning, bencana tanah longsor, dan kekurangan air, terusan ini akhirnya berhasil didirikan dan telah membantu ratusan ribu kapal menyeberang sejak pembukaannya atau rata-rata 12.000 kapal per tahun.
Sejarah Pembangunan
Quote:
Gagasan pembangunan Terusan Panama dicetuskan pertama kali pada tahun 1524 oleh raja Spanyol saat itu, Charles V. Raja berpendapat jika tanah genting di Panama dibelah maka akan meringankan perjalanan kapal-kapal kerajaan yang berlayar dari Ekuador ke Peru ataupun sebaliknya. Tahun-tahun berikutnya, sejumlah kerajaan lain di Eropa juga mengemukakan gagasan yang sama namun masih terbentur kendala teknologi dan sumber daya.


Pembangunan fisik terusan akhirnya baru berhasil dimulai pada tanggal 1 Januari 1880. Saat itu Pemerintah Perancis yang terinspirasi dari kesuksesan insinyurnya, Ferdinand de Lesseps, yang berhasil mendirikan Terusan Suez di benua Afrika, memutuskan memulai proyek mahasulit ini. Pembangunan terusan dipercayakan langsung pada de Lesseps. Sayangnya, karena terkesan buru-buru dan tidak melakukan studi geologi dan hidrologi yang memadai, proyek ini mulai banyak memakan korban jiwa dan dana. Wabah malaria dan demam kuning merebak dan sejumlah besar pekerja terjangkit dan bahkan meninggal dunia (tercatat sekitar 22.000 orang) sehingga proyek mulai terbengkalai. Peralatan yang terbuat dari besi dan baja mulai berkarat, sebagian pekerja angkat tangan dan kembali ke negaranya.

Melihat kondisi ini, pemerintah Perancis pada tahun 1893 memutuskan menghentikan sementara proyek ini. Selanjutnya pada tahun 1898, Perancis melobi Amerika Serikat (AS) untuk meneruskan proyeknya. Tahun 1902, Senat AS menyetujui pengambilalihan proyek ini. Tahun 1904, presiden AS masa itu, Theodore Roosevelt, memutuskan membeli sisa-sisa peralatan proyek dari Perancis dan meneruskan pembangunan terusan. Namun, hal ini dilakukan AS setelah berhasil memerdekakan Panama dari Kolombia. Sebagai kompensasinya, Pemerintah Panama memberikan hak pengelolaan terusan kepada AS.


Pembangunan Terusan Panama pun dilanjutkan kembali! Kali ini melalui persiapan matang dan penyediaan infrastruktur yang memadai. Presiden Theodore Roosevelt menunjuk George Washington Goethals sebagai pimpinan proyek. Peralatan lama sedikit demi sedikit mulai diganti dengan peralatan baru yang lebih canggih. Tahun 1914, proyek Terusan Panama berhasil diselesaikan. Dua tahun lebih cepat dari target yang ditetapkan yaitu pada 1 Juni 1916. Terusan Panama akhirnya dibuka secara resmi pada 15 Agustus 1914 yang bertepatan dengan mulai berkecamuknya Perang Dunia I di Eropa dan kapal laut pertama yang melintas adalah sebuah kapal kargo yang bernama, Ancon.


Pada 1930an, Terusan Panama disempurnakan dengan diciptakannya danau-danau buatan sebagai penampung air yang dibuka jika ada kapal yang akan lewat. Selain itu juga dibuat beberapa pintu air. Setelah Perang Dunia II, rakyat Panama mulai menuntut hak pengelolaan dan selain itu memprotes kehadiran militer AS yang semakin hari semakin bertambah banyak. Akhirnya pada 7 September 1977, Presiden AS, Jimmy Carter dan Presiden Panama, Omar Torrijos menandatangani sebuah kesepakatan yang mengizinkan Panama mengelola sendiri terusan itu namun tetap menjamin netralitas kawasan (Neutrality Treaty) dan AS diizinkan untuk kembali kapan saja. Akan tetapi, kesepakatan ini dikecam oleh sebagian besar rakyat AS. Selanjutnya, pada 31 Desember 1999, pengelolaan terusan diserahkan sepenuhnya ke Panama melalui Otoritas Terusan Panama/Panama Canal Authority (ACP).

Sebelum penyerahan ini, pemerintah Panama telah mengadakan tender internasional untuk 25 tahun kontrak pengoperasian pelabuhan kontainer yang dimenangkan oleh perusahaan Hutchison Whampoa, sebuah perusahaan asal Hong Kong yang dimiliki oleh taipan Li Ka Shing yang juga nantinya menanamkan sahamnya di Facebook.
Cara Pengoperasian
Quote:
Berbeda dengan Terusan Suez, Terusan Panama mengandalkan sejumlah pintu air dan beberapa danau buatan. Dari Teluk Limon di Samudera Atlantik, kapal memasuki pintu air Gatun Locks yang mengangkat kapal setinggi 26 meter dari permukaan laut. Sejumlah lokomotif listrik kecil menuntun atau mendorong kapal melintasi pintu-pintu air tersebut. Kapal kecil mematikan mesin dan didorong, sedang kapal besar dituntun tapi tetap bergerak dengan kekuatan sendiri. Pintu air raksasa dari baja di belakang kapal ditutup dan pintu air di depannya dibuka untuk mengalirkan air pelan-pelan dari Danau Gatun. Ada tiga pintu air yang harus dilewati, yang akhirnya menaikkan kapal sampai sejajar dengan permukaan danau.


Kapal kemudian melepaskan diri dari lokomotif listrik dan berlayar melintasi danau buatan itu sejauh 22 mil atau 35 kilometer. Danau buatan ini semula adalah lembah Sungai Chagres yang dibendung dengan membangun dam raksasa Gatun. Sesampai di ujung tenggara Danau Gatun kapal memasuki Lintasan Gaillard (gill-yard) yang panjangnya 13 kilometer, lebar 150 meter dan kedalaman minimum 13 meter. Di ujung lintasan Gaillard kapal kembali memasuki pintu air yang juga dilengkapi lokomotif-lokomotif pendorong. Pintu air pertama Pedro Miguel Locks menurunkan kapal 9 meter ke permukaan danau Miraflores. Dari sini kapal kemudian berlayar melintasi danau Miraflores sejauh 2 setengah kilometer ke pintu air Miraflores atau Miraflores Locks. Disini dua pintu air menurunkan kapal sampai sejajar dengan permukaan Samudera Pasifik. Dan dari sini kapal berlayar memasuki Teluk Panama dan kemudian keluar ke Samudera Pasifik.


Diukur dari Teluk Limon di Samudera Atlantik ke Teluk Panama di Samudera Pasifik terusan ini memiliki panjang sekitar 82 kilometer dengan lama pelayaran sekitar 8 jam. Rata-rata ada 12.000 kapal melintasi terusan ini setiap tahun, atau sekitar 33 kapal sehari. Tetapi karena sempit, terusan ini tidak dapat dilewati kapal induk dan kapal tangki raksasa. Oleh karenanya kapal-kapal yang bisa melintas di terusan Panama disebut kapal-kapal Panamaz.
Ongkos/tarif melewati terusan
Quote:
Otoritas terusan menetapkan tarif untuk melintas Terusan Panama berdasarkan jenis kapal, ukuran, dan kargo apa yang dimuat dalam kapal. Tahun 2007, Otoritas telah menetapkan tarif terbarunya dan kapal Disney Cruise Line asal AS pada tahun 2008 mencatat rekor sebagai pembayar tarif termahal yaitu sejumlah USD 331.200.
Tantangan ke Depan
Quote:
Terusan Panama menghadapi sejumlah persaingan sengit dari misalnya jawatan kereta api inter-samudra yang melintasi Amerika Serikat dan Meksiko, serta rencana negara tetangga Nikaragua untuk juga membangun terusan. Melihat tantangan ini Pemerintah Panama pada tahun 2006 lalu menggelar referendum untuk memperluas terusan. Untungnya referendum ini disetujui oleh sekitar 80% rakyat Panama. Secara kongkrit, perluasan terusan Panama akan dibarengi dengan pembangunan dua pintu air ekstra lebar, yaitu pada awal dan akhir terusan. Terusan Panama juga akan diperluas dan diperdalam di beberapa tempat. Proyek ini akan makan waktu paling sedikit delapan tahun dan biayanya mencapai lebih dari USD 5 milyar. Panama sendiri akan menyalurkan sekitar separuh ongkosnya yang bisa jadi diambil dari kantong Otoritas Terusan Panama yang tahun 2007 tercatat meraup pendapatan sekitar USD 1,76 miliar. Sisanya diambil dari pinjaman-pinjaman internasional.

Lalu bagaimana dengan negara kita yang merupakan negara maritim, apa sudah pernah ada rencana untuk membangun terusan? Ternyata negara kita juga tidak mau kalah, ckckck...Day dreaming Konsep pengoperasian Terusan Panama sejak tahun 2006 telah diterapkan di Sungai Cisadane.

Arkeolog Temukan 35 Piramida Di Sudan


Sudan, negara ini terkenal dengan sejarah yang panjang. Memiliki hubungan erat dengan sejarah Mesir kuno. Jika di Mesir ada Piramida yang terkenal di dunia, di Sudan juga telah ditemukan adanya 35 Piramida namun bentuk dan ukurannya jauh berbeda dengan yang berada di Mesir. Dalam tahap penggalian, di awal tahun 2011 lalu hanya menemukan 13 bangunan Piramida. Piramida-piramida tersebut terkumpul dalam satu area yang luasnya kurang lebih mencapai 500 m persegi.

Penelitian yang dilakukan beberapa arkeolog di Sudan telah dimulai sejak 2009 - 2012 lalu di daerah Sedeinga. Piramida yang ditemukan ukurannya beraneka ragam. Yang tertinggi memiliki ukuran kurang lebih 22 kaki atau 7 meter dan yang terkecil memiliki ukuran 30 inci atau 75 cm.


Jika menilik beberapa keterangan yang didapat dari masyarakat setempat, dapat disimpulkan bahwa peradaban kuno yang ditemukan sekarang kurang lebih dibangun 2000 tahunan yang lalu. Piramida ini adalah bagian kerajaan-kerajaan dimasa lampau dyang dikenal sebagai bangsa Kush.

Para arkeolog berkesimpulan, adanya bangunan Piramida di Sudan ini karena dipengaruhi oleh peradaban kuno Mesir dimana disana juga di bangun sebuah Piramida untuk makan raja-raja. Namun ada yang membedakan antara peradaban bangsa Kush dengan peradaban Mesir kuno dalam membangun Piramida. Piramida yang ada di Mesir bangunannya sangat megah, tinggi dan besar sedangkan Piramida di Sudan berukuran sebaliknya, namun terlihat padat dan terkumpul begitu berdekatan satu sama lain.

Sejarah Penemuan Asteroid Yang Hampir Menabrak Bumi

Sesuai dengan namanya, asteroid 2012 DA14 ditemukan oleh tim astronom dari Observatorium La Sagra di dataran tinggi Andalusia, Spanyol, pada 2012.

Pada suatu malam yang cerah, 22 Februari setahun lalu, teleskop yang tersimpan di dalam kubah berputar menyigi langit berupaya mencari asteroid. Itu misi baru bagi teleskop yang semula bertugas mencari sampah antariksa tersebut.

Saat bergerak sendiri menyusuri petak langit yang belum pernah disigi, teleskop tersebut menjumpai setitik cahaya. Cahaya yang tak pernah tampak sebelumnya itu bergerak cepat di antara bintang-bintang. Hasil analisis menunjukkan cahaya tersebut adalah asteroid baru berukuran 45 meter.

"Saat itu jaraknya 4,3 juta kilometer dan sedang menjauh," ujar ahli astronomi dari Observatorium La Sagra, Jaime Nomen, di laman resmi mereka. Jarak terdekat terjadi sepekan sebelumnya, yaitu 2,6 juta kilometer.

Utak-atik posisi asteroid sampai pada kesimpulan bahwa asteroid ini mengelilingi matahari dalam kurun waktu yang nyaris sama dengan revolusi Bumi, yaitu 366,24 hari. Rupa orbit asteroid ini juga hampir sama bulatnya dengan Bumi. Hanya saja, pusat lingkaran orbit ini tidak saling berimpit.

Suatu waktu, asteroid ini bisa berada dalam lingkaran orbit Bumi, sedangkan pada waktu lain mengorbit di luarnya. Bumi dan asteroid ini salip-menyalip sehingga batu angkasa ini bisa digolongkan sebagai kelompok asteroid Apollo, yaitu asteroid yang saling memotong dengan orbit bumi.

Akibat orbit yang saling berdekatan, ahli astronomi khawatir kedua benda angkasa ini akan bertabrakan di masa depan. "Potensi tabrakan ada ketika berada di titik terdekat," kata Nomen. Apalagi prediksi awal mereka menunjukkan asteroid akan merapat sedekat 30 ribu kilometer pada 16 Februari 2013.

Dosen dari Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung, Budi Dermawan, mengatakan kecemasan tersebut disebabkan oleh data yang minim. Untuk memastikan penghitungan itu, astronom dari pelbagai observatorium di dunia mengarahkan teropong ke langit guna memotret asteroid ini. Data yang semakin menggunung memungkinkan astronom mengoreksi penghitungan.

"Kalau pun ada kesalahan penghitungan, satelit hanya melenceng beberapa kilometer saja dari prediksi," ujar Budi saat dihubungi, Senin lalu.


SUMBER

Pengikut

Flag Counter

Twitter