Mungkin beberapa dari anda sudah pernah membaca kisah ini sebelumnya.
Bagi yang belum, mungkin akan menjadi sedikit membingungkan. Kisahnya
begini :
Dikisahkan bahwa para arkeolog menemukan bukti-bukti bahwa pernah
terjadi perang nuklir di zaman purba. Jadi, teknologi nuklir sebenarnya
sudah dikenal oleh nenek moyang kita. Benarkah demikian ? Beberapa
sumber di internet mengutip sebuah paragraf dari kitab yang diklaim
sebagai bagian dari kutipan Mahabharata untuk membuktikan adanya perang
nuklir pada zaman purba. Namun, masalahnya satu, sebagian besar kisah
yang anda baca di internet adalah hoax !
Saya mengatakan "sebagian besar hoax" karena memang tidak semuanya hoax.
Saya akan menunjukkan kepada anda yang mana hoax dan yang bukan.
PERBEDAAN REAKTOR DAN LEDAKAN NUKLIR
Pertama, kisah ini harus dibagi menjadi dua bagian, yaitu REAKTOR NUKLIR
purba dan LEDAKAN NUKLIR purba. Banyak orang tidak mengetahui perbedaan
ini sehingga mereka mencampuradukkan kisah reaktor nuklir purba dengan
ledakan nuklir purba.
REAKTOR NUKLIR adalah sebuah fasilitas atau alat dimana reaksi berantai
nuklir diinisiasi, dikendalikan dan ditahan dalam kondisi tetap.
Sedangkan LEDAKAN NUKLIR adalah sebuah reaksi berantai yang tidak
terkontrol yang berasal dari bom nuklir. Jadi sebuah REAKTOR nuklir
dapat digunakan untuk menghasilkan BOM nuklir yang dapat menjadi LEDAKAN
nuklir. Sangat berbeda kan ?
Nah, untuk mempermudahnya, saya akan mengatakannya begini, Kisah REAKTOR
NUKLIR purba, benar adanya. Kisah LEDAKAN NUKLIR purba adalah hoax.
REAKTOR NUKLIR PURBA
Kisah Reaktor nuklir zaman purba bermula pada tahun 1972. Saat itu, di
fasilitas pengolahan bahan bakar nuklir Pierrelatte, Ilmuwan Perancis
bernama Bougzigues sedang bekerja melakukan analisa rutin terhadap
uranium yang telah diekstrak dari biji uranium. kemudian ia menyadari
sesuatu yang aneh dari biji uranium yang ditelitinya.
Uranium memiliki tiga isotop yang memiliki massa atom yang berbeda
dengan proporsi yang berbeda, yaitu : U 238 sebanyak 99.274%, U 235
sebanyak 0.720% dan U 234 sebanyak 0.005%.
Uranium 235 adalah uranium yang paling dicari diseluruh dunia karena
kemampuannya menahan reaksi nuklir dan uranium inilah yang dipakai di
reaktor nuklir modern. Dimanapun di bumi ini, atom uranium 235 membentuk
0,720 persen dari total uranium. Namun sampel yang dipegang olehnya
hanya memiliki 0,717 persen. Ini menunjukkan bahwa sampel uranium ini
pernah mengalami reaksi pelepasan energi (reaksi fisi). Badan tenaga
atom Perancis segera bergerak untuk menyelidiki penyebabnya. Sampel itu
dilacak hingga ke sebuah pertambangan di Oklo, Gabon, Afrika. Para
ilmuwan bergegas ke Oklo. Penelitian lanjutan yang dilakukan menemukan
ada enam belas lokasi yang berfungsi sama seperti reaktor nuklir modern
dan reaktor purba itu diperkirakan berumur 2 milyar tahun.

Bagaimana Oklo bisa berfungsi seperti reaktor nuklir purba ? Badan
tenaga atom Perancis berusaha mencari jawabannya. Dan kemudian mereka
mendapatkan jawabannya dari sebuah tulisan tahun 1956 yang dibuat oleh
Paul Kazuo Kuroda, seorang ahli kimia dari universitas Arkansas. Kuroda
mengatakan apabila jumlah U235 cukup banyak dan ada moderator neutron
seperti aliran air tanah, maka reaktor nuklir alami bisa terjadi.
Kondisi pertambangan Oklo menyerupai apa yang diprediksi Kuroda.
Misteri reaktor nuklir purba sebenarnya telah terjawab secara ilmiah
oleh Paul Kuroda, jadi faktor misterinya boleh dibilang hampir lenyap.
LEDAKAN NUKLIR PURBA
Sekarang kita akan melihat kisah LEDAKAN NUKLIR purba yang adalah hoax.
Kisah ini sering digabungkan dengan reaktor Oklo karena ketidaktahuan
mengenai perbedaan antara reaktor dengan ledakan nuklir. Kita mulai dari
hoax pertama.
Hoax Pertama
Di internet, beredar paragraf yang diakui berasal dari kitab Mahabharata
yang dikatakan mendeskripsikan dan membuktikan adanya perang (ledakan)
nuklir di zaman purba. Saya menemukan paragraf ini dikutip banyak web
atau blog yang membahas reaktor nuklir purba. Saya menerjemahkannya dan
inilah bunyi paragraf itu :
"Gurkha, menerbangkan vimana (pesawat) yang kuat dan cepat melontarkan
sebuah proyektil (rudal) yang diisi dengan kekuatan alam semesta
(nuklir). pijaran tiang api dan asap sama terangnya dengan cahaya 10.000
matahari bangkit dengan seluruh kemegahannya. Itu adalah senjata yang
tidak dikenal, sebuah petir besi, raksasa pembawa pesan kematian yang
menjadikan seluruh suku Vrishnis dan Andhakas menjadi abu. Mayat-mayat
menjadi begitu hangus hingga tidak dapat dikenali lagi. Rambut dan kuku
berjatuhan, keramik tanah liat pecah tanpa sebab yang jelas dan
burung-burung berubah menjadi putih...setelah beberapa jam, semua bahan
makanan tercemar (radiasi)...untuk menyelamatkan diri dari api ini, para
tentara melompat kedalam arus air untuk membersihkan diri mereka dan
peralatannya. (Mahabharata - 6.500 SM? )
Nah, masalahnya adalah kitab Mahabharata tidak pernah memuat paragraf
itu di dalamnya. Anda boleh mencarinya di internet lewat google.
Hoax kedua - Mohenjodaro, Harappa dan Rajashtan
Disebut bahwa di kota Mohenjodaro dan Harappa, para ilmuwan menemukan
kota-kota kuno dengan kerangka yang berserakan di jalan-jalan,
kebanyakan terlihat berpegangan tangan dijalan-jalan, ini menunjukkan
kematian mendatangi mereka dengan tiba-tiba. Dan umur kerangka ini
ribuan tahun. Dan kerangka-kerangka ini memiliki kadar radioaktif tinggi
yang sama dengan korban bom Hiroshima Nagasaki.
Sedangkan di Rajasthan disebut bahwa telah ditemukan lapisan debu
radioaktif yang meliputi area seluas tiga mil persegi di sepuluh mil
sebelah barat Jodhpur. Penelitian yang menemukan Radioaktif ini
dilakukan setelah para peneliti melihat adanya tingkat cacat yang tinggi
pada bayi yang baru lahir di wilayah itu dan banyaknya penduduk lokal
yang menderita kanker. Level radiasi di tempat itu sangat tinggi
sehingga peneliti meminta pemerintah india mengisolasi wilayah itu.
Jika anda menelusuri website-website pemerintah atau website swasta di
mohenjodaro, Harappa dan Rajashtan, tidak ada satupun yang pernah
menyebut adanya penemuan-penemuan kerangka tersebut. Website-website
arkeologi juga tidak pernah menyebut hasil penemuan ini. Kisah
"penemuan" ini hanya beredar di website di luar India. Bahkan
orang-orang India yang tinggal di wilayah Jodhpur mengaku bahwa ia tidak
pernah tahu ada penemuan-penemuan itu. Memang ada beberapa tempat di
India yang mengandung radiasi, namun itu adalah akibat percobaan nuklir
India di masa modern ini. Seorang India pernah menulis bahwa kisah-kisah
ledakan ini tidak layak beredar di India.
Hoax ketiga - kawah raksasa Bombay
Disebut bahwa kawah raksasa di Bombay yang bernama kawah Lonar adalah
bukti ledakan nuklir purba. Kawah itu terbentuk dari lapisan batu basalt
setebal 600-700 meter. Diameter kawah itu sekitar 2.154 meter dan
dalamnya sekitar 150 meter, berlokasi di sekitar 400 kilometer timur
laut Bombay. Kawah tersebut diperkirakan berumur 50.000 tahun
Belakangan, para ilmuwan menemukan bahwa kawah itu diakibatkan oleh
sebuah komet, bukan ledakan nuklir. (Sebenarnya ini tidak bisa disebut
hoax, karena kawah tersebut memang ada, tapi saya memasukkannya untuk
mempermudah pembahasan).
KESIMPULAN
REAKTOR NUKLIR purba memang ada dan bisa dijelaskan secara ilmiah.
Sedangkan LEDAKAN NUKLIR purba adalah hoax yang beredar di internet
entah untuk tujuan apa. Oh ya, satu lagi, jika anda mencari di wikipedia
dengan kata kunci "natural nuclear fission reactor" maka anda akan
menemukan kisah tentang oklo, tapi tidak tentang mohenjo Daro dan
kawan-kawan. Wikipedia is right !!!!